Monday, February 8, 2010

Hanif Syahbandi, Menuju Pemain Profesional via Manchester United Training Camp

 
Setelah bosan mendengar dan membaca kegagalan dan keterpurukan prestasi sepakbola Indonesia  serta rentetan berita buruk sepakbola lainnya di Indonesia mulai dari masalah wasit, suap, kerusuhan suporter dll,.Secercah harapan mengenai sepakbola Indonesia masa depan mulai ada setelah mengetahui seorang bocah 13 tahun asal Indonesia, Hanif Sjahbandi menjadi salah satu pemain terbaik di usianya saat melakoni latihan di  MU Training Camp, Juli 2009.
Sebelum petualangannya di Manchester United diketahui, ternyata Hanif memang seorang calon pesepakbola masa depan yang pantas diorbitkan setelah sebelumnya menjadi Pemain Timnas U-13 AFC Cup di Sabah Malaysia dan mendapatkan penghargaan sebagai salah satu pemain terbaik di kompetisi tersebut hasil pilihan AFF (Asean Football Federation).

Untungnya Hanif pun didukung Sang Ibu untuk bisa berprestasi sehingga, Orangtuanya pun mendaftarkan Hanif  di MU Training Camp, dan saat itu hanya ada dua orang dari Asia. Hanif pun terpilih menjadi siswa terbaik di kelompok umur 12 tahun dan diundang untuk hadir pada World Skills Final  yang digelar 31 November-5 Desember 2009.

Hanif sendiri merupakan produk dari SSB Two Touch Football Academy, Bekasi Jawa Baratd an bersekolah di International Islamic Secondary School Jakarta. Menurut Direktur Media PSSI, Yosef Tor Tulis yang juga Project Officer Timnas U-13, "Tubuhnya kecil, tapi wawasan dan kepribadiannya serta tekniknya baik. Di Sabah, dia main sebagai Center Back, tapi dia juga bisa dipasang sebagai Striker atau Gelandang Serang karena punya naluri tinggi dan mampu membaca pemainan dengan baik".

Menurut Ibunya, Tia Aryasyah, "Saat di Inggris saya bahkan sempat mendapatkan tanggapan baik dari salah satu sekolah disana setelah tahu Hanif ikut World Skill Final". Nampaknya keseriusan dan konsistensi dari sang anak serta bimbingan orangtua untuk menjamin sekolahnya dan mengasah skillnya di Inggris patut diberikan kredit namun kita berharap Hanif dapat berkembang baik  bahkan kalau bisa mendapatkan kontrak ketika usianya sudah mencukupi. Sebagai info, pemain di Inggris akan diberikan kontrak resmi apabila sudah sudah berusia 17 tahun, dan untuk bisa main di Liga teratas, minimal Timnas asal negara pemain harus ada di 70 besar dunia dan sang pemain bermain 25% dari total keseluruhan pertandingan timnas selama 1 tahun. Semoga saja saat Hanif sudah siap menjadi pemain profesional di Inggris, peringkat FIFA timnas Indonesia tidak lagi diposisi 136 (posisi terburuk) per Februari 2010.
 
Nah, dengan harapan yang tinggi dan bangga atas prestasi Hanif, serta mulai majunya industri sepakbola dalam negeri, sudah saatnya PSSI mau dan sadar untuk mengutamakan pembinaan usia dini dengan konsisten dan terdata. Janganlah bermimpi untuk membuat Piala Dunia yang pada akhirnya menjadi proyek buang-buang duit. Bayangkan 15 Milliar hanya untuk menggaji konsultan asal Perancis untuk menggolkan impian menjadi host Piala Dunia. Bayangkan apabila 15 milliar itu untuk membangun diklat-diklat didaerah , mengontrak pelatih handal khusus untuk pemain muda dan menghidupkan kompetisi yang sejalan dengan klub mulai level U-15,U-17,U-19 layaknya Beretti dan Primavera di Italia. Kontraklah pelatih senior/direktur teknik kualitas tinggi dengan lama kontrak yang panjang, yang mau berkeliling Indonesia memantau pertandingan antar kampung, antar SSB, antar diklat-diklat didaerah dan pantau potensinya dengan serangkaian test mental, teknik, fisik dll lalu kirimkan atlet mereka ke klub-klub di Eropa macam Belgia atau Belanda, Asia seperti Jepang atau Korea untuk dibina dan dimatangkan yang dijamin oleh Pemerintah lewat beasiswa Atlet Potensial & Berprestasi.


Maka, dengan pola tersebut bukan tidak mungkin Hanif Hanif lainnya akan bermunculan dari segala penjuru wilayah Indonesia, yang percaya bahwa dari Sepakbola mereka bisa hidup, dan dijamin pemerintah. Iri rasanya melihat level klub seperti MU Soccer School atau bahkan timnas Singapura , Thailand, Malaysia memiliki tempat latihan yang memadai dan mampu mendatangkan klub-klub ternama serta timnas level dunia sementara timnas Indonesia hanya ujicoba dengan klub-klub lokal semenjana. Oleh karena itu, Sepakbola Indonesia berbenahlah!Bangkit dari usia Muda untuk berjaya di masa depan!Benahi Infrastruktur serta kualitas Kompetisi agar berjaya minimal dikancah Asia. Kami Suporter Indonesia telah lelah menunggu prestasimu! Bangkit Sepakbola Indonesia!

No comments:

Post a Comment